🐹 Kesaksian Tuhan Yesus Baik

Saya ingin menceritakan kepada semua orang, bahwa Tuhan itu sungguh baik adanya," tukasnya. Ternyata badai itu belum berlalu. Tapi ia sudah punya komitmen, bahwa ia tidak akan menjual Tuhan Yesus karena apa pun juga. Posts : Alkitab, Allah, allah anak, allah bapa, berita baik, gerija tuhan, Isa Almasih, jalan yang lurus, Jesus
Segala perkara dapat ku tanggung didalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku’ Filipi 413 Shalom, nama saya Vivi, saya ibu rumah tangga. Puji nama Tuhan saya bisa menyaksikan kebaikan Tuhan dalam hidup saya, dimana Tuhan menyelamatkan nyawa saya. Kejadian ini terjadi untuk kedua kalinya, bahwa saya hamil di luar kandungan. Dimana saya hamil bukan di dalam rahim tapi di luar rahim. Tahun 2004, saya sudah dikarunia seorang anak laki-laki, lahir melalui Caesar. Tahun 2005, saya hamil di luar kandungan dan saya dioperasi. Operasi berjalan dengan lancar. Pada tahun 2007 saya hamil kembali untuk yang kedua kalinya, di luar kandungan juga. Dimana kondisi itu membuat saya begitu sedih dan takut. Saya berteriak minta tolong, “Tuhan tolong saya…”, dan akhirnya saya di USG ke dokter ahli. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa janin berada di saluran pangkal saluran telur dan rahim. Dimana kondisi itu, kalau dioperasi akan mengakibatkan pendarahan yang hebat. Saat itu saya takut sekali, karena harus menghadapi operasi yang ketiga kali, dan operasinya beresiko. Dan dokter mengusulkan ada alternative lain selain dioperasi yaitu dengan di suntik mtx. Akhirnya saya mengambil jalan untuk disuntik mtx dua kali dari dosis yang sebelumnya. Dan saya diharuskan menunggu hasil selama 2 minggu. Selama 2 minggu itu saya dan beberapa saudara seiman berdoa terus meminta pertolongan Tuhan. Supaya janin bisa pecah dan tanpa saya harus menjalani operasi. Akan tetapi, setelah 2 minggu berlalu, janin masih tidak keluar. Dan setelah di USG ulang ternyata janin masih ada. Dan akhirnya saya mengambil alternative operasi untuk yang ke tiga kali. Walaupun saat itu saya takut sekali, tapi saya pasrah, saya percaya rancangan Tuhan adalah rancangan damai sejahtera, bukan rancangan kecelakaan. Pada saat saya memasuki ruang operasi, saya dan beberapa saudara seiman berdoa, Tuhan tolong campur tangan untuk operasi ini’. Akhirnya saya masuk kamar operasi jam 9 pagi. Satu jam kemudian, dokter keluar memanggil suami saya. Dokter memberitahukan bahwa ternyata janin bukan berada dalam saluran telur dan Rahim. Ternyata janin berada di pangkal paha belakang, yaitu di panggul, yang menurut dokter kejadian ini sangat langka, dan beresiko tinggi, serta janin sudah berwarna hijau. Seandainya kemarin disuntik mtx, janin pecah dan akan terjadi pendarahan di perut bagian belakang dan berarti saya meninggal. Puji nama Tuhan, ternyata Tuhan menolong saya dengan janin yang tidak pecah yang tadinya kita berdoa, Tuhan tolong janin supaya pecah’. Ternyata janin tidak pecah. Dan dokter mengatakan kepada suami saya, bahwa dia tidak sanggup untuk mengambil janin itu. Dan dokter berencana untuk menjahit kembali perut saya tanpa mengambil janin. Itu berarti saya akan meninggal begitu perut saya dijahit kembali. Dalam keadaan kritis dokter itu diberi hikmat oleh Tuhan, beliau menelepon seniornya. Kita sebut saja dokter B. Dokter B baru saja selesai mengoperasi orang lain 15 menit yang lalu. Akhirnya dokter B menyanggupi datang ke tempat saya. Dengan bantuan 2 dokter inilah, saya dioperasi kurang lebih 5 jam lamanya. Dan janin dapat diangkat tanpa pendarahan. Puji nama Tuhan operasi berjalan lancar, dan begitu saya siuman, saya mendengar cerita dari suami saya, saya menangis, Tuhan terimakasih Kau telah menyelamatkan nyawa saya. Diakhir kesaksian ini, saya ingin membagikan bahwa Tuhan Yesus itu baik, yang tidak mungkin menjadi mungkin. Dan pertolongan Tuhan itu tepat pada waktunya. Demikianlah kesaksian saya ini. Semoga bisa menjadi berkat buat pemirsa di rumah. Puji nama Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.’ Sumber Blessing Media – GBI Mekar Wangi Bandung Narasumber Indri Hanns Kameramen Gideon Manurung Editor Christiani Putri

Sabtu 11 Juni 2016. KESAKSIAN PDT. YESAYA PARIADJI (GEMBALA GEREJA TIBERIAS INDONESIA) Tuhan Yesus memberi penglihatan kepada saya tentang adanya pesta disorga, yaitu Di Ruangan Maha Suci, untuk disaksikan dan disampaikan, gambaran jemaat Tiberias yang pesta di Sorga. Pada saat saya berlutut berdoa, mohon untuk tidak dipilih menjadi pendeta.

“Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.” Mazmur 1212 TB Shalom, saya Tiffany, salah satu peserta Kelompok GBA. Saya ingin menyaksikan kasih dan kemurahan Tuhan dalam hidup saya. Pada tanggal 10 Februari 2021, saya mengalami pusing yang hebat sekali, bahkan saya tidak bisa melakukan aktivitas apapun. Saya senang membaca, dan kondisi ini sangat menyiksa sekali. Tapi saya bersyukur, di tengah kondisi saya belum mampu membaca Alkitab karena rasa pusing, ada Alkitab suara yang pastinya membantu saya dalam mengikuti bacaan harian Alkitab dari GBA. Di tengah kondisi pusing yang saya alami, mama, sebagai orangtua tunggal yang mengasihi saya, selalu berdoa dan memutuskan untuk membawa saya ke RS PON Pusat Otak Nasional. Puji Tuhan, di rumah sakit tersebut Tuhan menolong saya dengan mempertemukan dokter dan perawat yang cukup ramah dalam menangani kondisi saya. Observasi dan pemeriksaan dilakukan selama 12 jam. Puji Tuhan, akhirnya melalui ct-scan tidak ditemukan kelainan. Dari observasi, diketahui saya mengidap vertigo perifer. Dokter mengatakan penyakit ini tidak berbahaya namun akan sangat mengganggu jika serangan datang. Karena saya masih berusia 11 tahun, dokter menyarankan pemeriksaan lanjutan ke poli syaraf anak, agar mendapatkan penanganan yang lebih intensif. Saat ini, saya masih dalam tahap pengobatan, namun satu hal yang saya rasakan dan mau saksikan, bahwa Kuasa Tuhan yang dinyatakan melalui dokter dan obat, membuat kondisi saya jauh lebih baik. Rasa pusing kadang timbul, tapi tidak sehebat saat pertama kali timbul dan pelan-pelan saya sudah dapat beraktivitas kembali, walau tetap dalam pengawasan mama. Saya khusus harus berhati-hati saat menggerakkan kepala atau leher, juga saat bermain-main. Tuhan Yesus sangat baik, kasih dan kuasaNya luar biasa. Saat saya dan mama berdoa mohon diberi jalan keluar untuk kondisi pusingku, ada banyak teman menghubungi baik lewat telepon maupun WA untuk memberikan informasi. Dan Tuhan memberikan hikmat kepada mama untuk membawa saya ke RS yang tepat, bertemu dengan banyak orang baik saat kondisi saya sakit . Terima kasih juga untuk teman-teman host yang sudah mendukung doa buat saya dan mama, terutama Ibu Liliek. Saya rindu untuk nanti bisa melayani Tuhan dalam apapun rancanganNya bagi saya. Alkitab suara menolong saya saat saya sakit, namun, saat sudah lebih baik, membaca firman Tuhan dari Alkitab adalah menyenangkan. Kiranya kontrol dan pemeriksaan lanjutan nanti akan semakin membuat saya sehat dan membuat saya dapat melakukan aktivitas lainnya. Salam sehat selalu untuk semua. Tuhan Yesus memberkati kita. Kesaksian Oleh Tiffany Peserta GBA Youth team A Saatbercerai, hanya Nasrul yang memilih mengikuti ibunya dan ibunya pindah agama ke agama Kristen. Ia awalnya tidak mengetahui Kristen, tetapi pelan-pelan ia belajar. Saat Nasrul tinggal di rumah saudaranya, saudaranya memastikan ia tidak pergi ke gereja. Bahkan, saudaranya mengajak ia masuk kembali ke islam dan mengucapkan syahadat. Sebuah kesaksian adalah kesaksian rohani yang diberikan melalui Roh Kudus. Dasar dari sebuah kesaksian adalah pengetahuan bahwa Bapa Surgawi hidup dan mengasihi kita; bahwa Yesus Kristus hidup, bahwa Dia adalah Putra Allah, dan bahwa Dia melaksanakan Kurban Tebusan yang tak terbatas; bahwa Joseph Smith adalah Nabi Allah yang dipanggil untuk memulihkan Injil; bahwa kita dipimpin oleh seorang nabi yang hidup pada zaman sekarang; dan bahwa Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir adalah Gereja Juruselamat yang benar di bumi. Dengan dasar ini, sebuah kesaksian tumbuh untuk mencakup semua asas Injil. Membagikan Kesaksian Dalam pertemuan puasa dan kesaksian dan dalam percakapan yang Anda lakukan dengan para anggota keluarga serta teman-teman, Anda dapat merasa tergerak untuk membagikan kesaksian Anda. Dalam contoh-contoh semacam itu, ingatlah bahwa Anda tidak perlu membagikan ceramah yang panjang dan mengesankan. Kesaksian Anda akan sangat kuat ketika kesaksian itu diungkapkan sebagai suatu keyakinan yang singkat dan mendalam tentang Juruselamat, ajaran-ajaran-Nya, serta Pemulihan. Berdoalah memohon bimbingan, dan Roh akan menolong Anda mengetahui bagaimana mengungkapkan perasaan di dalam hati Anda. Anda akan menemukan sukacita besar sewaktu Anda menolong orang lain membagikan harapan dan keyakinan yang telah Tuhan berikan. Memperoleh dan Menguatkan Sebuah Kesaksian Sebagai anggota Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir, Anda memiliki kesempatan dan tanggung jawab yang kudus untuk memperoleh kesaksian Anda sendiri. Setelah memperoleh kesaksian, Anda memiliki tugas untuk memeliharanya di sepanjang kehidupan Anda. Kebahagiaan Anda dalam kehidupan ini dan di sepanjang kekekalan sebagian besar bergantung pada apakah Anda “berani di dalam kesaksian Yesus” A&P 7679; lihat juga ayat 51, 74, 101. Sewaktu Anda mengusahakan proses ini, ingatlah asas-asas berikut ini Pencarian untuk sebuah kesaksian dimulai dengan keinginan yang benar dan sungguh-sungguh. Bapa Surgawi Anda memberkati Anda sesuai dengan keinginan-keinginan yang baik dari hati Anda dan upaya-upaya Anda untuk melakukan kehendak-Nya. Berbicara kepada sekelompok orang yang belum memiliki kesaksian akan Injil, Alma mengajarkan, “Jika kamu bersedia menyadarkan dan membangkitkan bakatmu, bahkan untuk suatu percobaan terhadap kata-kataku dan menjalankan sepercik iman saja, ya, bahkan jika kamu tidak dapat berbuat lain daripada keinginan untuk percaya, biarlah keinginan ini bekerja di dalam dirimu, bahkan sampai kamu percaya dengan suatu cara sehingga kamu dapat memberi tempat untuk sebagian dari kata-kataku” Alma 3227. Kesaksian datang melalui pengaruh lembut Roh Kudus. Hasil dari sebuah kesaksian dapat menakjubkan dan mengubah kehidupan, namun karunia kesaksian biasanya datang sebagai suatu keyakinan yang lembut tanpa memperlihatkan kuasa Allah secara spektakuler. Bahkan Alma, yang telah dikunjungi oleh seorang malaikat dan telah melihat Allah duduk di atas takhta-Nya, perlu berpuasa dan berdoa agar dia dapat menerima sebuah kesaksian melalui kuasa Roh Kudus lihat Alma 545–46; 368, 22. Kesaksian Anda akan tumbuh secara bertahap melalui pengalaman-pengalaman Anda. Tidak seorang pun menerima kesaksian yang penuh sekaligus. Kesaksian Anda akan tumbuh lebih kuat melalui pengalaman-pengalaman Anda. Kesaksian akan berkembang ketika Anda memperlihatkan kesediaan Anda untuk melayani di Gereja, kapan pun Anda dipanggil. Kesaksian akan meningkat ketika Anda membuat keputusan-keputusan untuk mematuhi perintah-perintah. Sewaktu Anda mengangkat dan menguatkan orang lain, Anda akan melihat bahwa kesaksian Anda terus berkembang. Sewaktu Anda berdoa dan berpuasa, mempelajari tulisan suci, menghadiri pertemuan-pertemuan Gereja, serta mendengarkan orang lain membagikan kesaksian mereka, Anda akan diberkati dengan saat-saat ilham yang akan menguatkan kesaksian Anda. Saat-saat seperti itu akan datang di sepanjang kehidupan Anda jika Anda berusaha menjalankan Injil. Kesaksian Anda akan tumbuh sewaktu Anda membagikannya. Jangan menunggu sampai kesaksian Anda berkembang sepenuhnya sebelum Anda membagikannya. Bagian dari perkembangan kesaksian Anda datang ketika kesaksian itu dibagikan. Sesungguhnya, Anda akan menemukan bahwa ketika Anda memberikan apa yang Anda miliki dari kesaksian Anda, kesaksian itu akan dikembalikan kepada Anda—dengan peningkatan. Rujukan tambahan Yohanes 717; 1 Korintus 29–14; Yakobus 15–6; Moroni 103–5; A&P 622–23; 623; 8881 Lihat juga Kurban Tebusan Yesus Kristus; Puasa dan Persembahan Puasa; Allah Bapa; Roh Kudus; Doa; Wahyu; Karunia Rohani
TUHANYESUS BAIK; Kisah kesaksian kesembuhan - Ganendra Bagas Verelian Simanjuntak kelas V-H . Hari Sabtu, 22 Juni 2013 adalah hari yang tak akan pernah kulupakan. Hari itu sejak pagi, aku merasakan sakit perut melilit yang tiada henti hingga aku tidak dapat beranjak dari tempat tidur. Orang tuaku berusaha dengan memberikan aku obat sakit perut.
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Kalau kita melihat akan teks Firman Tuhan dalam Lukas 2413-35, maka kita menemukan bahwa kisah penyaliban Yesus adalah suatu peristiwa yang benar-benar terjadi atau suatu fakta sejarah. Karena pada saat itu bisa di katakan semua orang di Yerusalem tahu akan peritiwa itu, karena ini menimpa pada Yesus yang sangat terkenal dan juga yang menyalibkan Dia adalah para petinggi orang Yahudi, sehingga wajar jika peristwa ini sangat terkenal, maka bagi kedua murid yang berjalan ke Emaus pada waktu Yesus datang dan bertanya peristiwa apa yang kalian percakapkan ? maka orang tersebut pasti adalah orang asing yang baru datang. Karena peristiwa tersebut sangat perlu di ingat bahwa peristiwa penyaliban Yesus itu di catat oleh dua sejarawan yang terkenal pada jaman itu dan mereka bukan pengikut Yesus yaitu Tacitus, seorang sejarawan romawi dalam tulisannya "annals" dan Yosefus sejarawan Yahudi. Berarti kesaksian mereka tidak di buat-buat karena mereka bukan pengikut Yesus. Dengan kata lain penyaliban Yesus ini bukan hanya memiliki makna teologis tetapi betul-betu adalah fakta Selanjutnya kita melihat kedua orang murid ini juga menceritakan kepada Yesus tentang hal yang mengejutkan mereka bahwa ada beberapa orang di antara mereka telah ke kubur Yesus dan ternyata jenasahnya tidak ada, dan malaikat yang berada di kubur itu mengatakan bahwa Yesus sudah bangkit atau hidup. Kedua murid ini tidak percaya bahwa Yesus telah bangkit, hal itu tidak ada dalam pemikiran mereka maka mereka berdiskusi panjang lebar akan hal itu. Mengapa mereka begitu heran bahwa Yesus sudah bangkit, padahal pada waktu hidup Yesus sudah memberitahukan secara jelas kepada mereka bahkan berulang-berulang bahwa Ia akan menderita, mati dan bangkit pada hari ketiga, tetapi mengapa hal itu tidak ada dalam pemikiran para murid sama sekali ? Ternyata yang menjadi fokus pemikiran mereka di nyatakan dalam ay 21 Padahal kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel. Nah inilah yang menyebabkan mereka tidak lagi mengingat seluruh perkataan Yesus bahwa Ia akan mereka sudah putus asa, mereka berharap Dia menjadi pemimpin mereka, membebaskan mereka tetapi ternyata Dia di hukum mati. Sehingga pada waktu ada kabar bahwa Yesus hidup, mereka heran karena focus pemikiran mereka hanya tertuju pada suatu ambisi besar bahwa Yesus harus mejadi pemimpin yang membebaskan bangsa Israel dari jajahan bangsa lain, bukan pada janji-janji Perjanjian Lama dan perkatan-perkataan Yesus bahwa Ia akan bangkit. Padahal jelas focus kita seharusnya pada Firman Tuhan bukan pada ambisi kita. Apa yang Tuhan inginkan itu yang penting bukan apa yang kita karena itu hati-hati bagi kita semua. Karena kita terlalu focus pada ambisi kita, harus terjadi seperti apa yang kita inginkan maka bisa jadi kita tidak peduli dengan apa yang Yesus inginkan dalam hidup kita. Ada dosen-dosen tertentu berusaha sekolah sampai luar negeri, ambil doctor tetapi pada waktu pulang tidak ada keinginan yang tinggi untuk menolong para mahasiswanya. Mahasiswa tahu tidak tahu ia tidak peduli, bahan ajarpun tidak di persiapkan dengan maksimal. Maka pertanyaanya Apakah sekolah tersebut hanyalah ambisi mereka atau kehendak Tuhan. Maka hati-hati, pada waktu kita fokus pada ambisi maka bisa jadi kita tidak peduli pada kehendak Tuhan dalam diri kita. Karena murid-murid hanya Fokus kepada Yesus yang menjadi pemimpin secara fisik maka berita kebangkitan Yesus tidak dengan mudah di percayai. Jadi mereka lebih fokus pada ambisi mereka dari pada Firman Tuhan yang di nyatakan terus-menerus. Sayang seorang teman pada waktu itu ada kesempatan untuk naik jabatan dengan catatan harus pindah tugas ke daerah lain. Di satu pihak dia punya keluarga dan juga orang tuanya yang sakit-sakitan dan butuh pengawasan dia secara intens. Adik-adik juniornya sudah punya jabatan melebihinya, ia terus bergumul dan tanya pada Tuhan akhirnya ia putuskan tetap di kotanya untuk terus merawat orang tuanya. Dia katakan aku menemukan kehendak Tuhan, Yang Tuhan mau saat ini walaupun aku tidak punya jabatan yang tinggi tetapi aku akan berusaha mempengaruhi pimpinanku agar dia bisa melakukan hal-hal yang benar dan akupun bisa tetap merawat orangtuaku dan menolong dia mengerjakan semuanya itu dengan serius, bekerja dengan baik, terus mempengaruhi pimpinannya dan merawat orang tuanya dengan baik. Dia punya ambisi yang kudus dan berkenan karena di dasarkan pada pergumulan sehingga bisa mengetahui apa maunya Tuhan, bukan ambisi yang lahir dari keinginan sendiri, atau ambisi pribadi. 1 2 3 Lihat Pendidikan Selengkapnya Sayaberseru keras-keras, "Saya mau diubah, saya mau hati saya dibaharui!" beberapa kali. Di situlah saya menerima Tuhan Yesus Kristus. Semenjak itu Tuhan Yesus tinggal dalam hati saya, mengampuni & menyelamatkan saya dari dosa, dan menyediakan tempat bagi saya di sorga kekal.
\n\n \n\nkesaksian tuhan yesus baik
Janganpernah meragukan kuasa Tuhan di dalam kehidupan kita percayalah bawah Dia sanggup memulihkan keadaan kita asalkan kita percaya kepadanya.GBU 😇JGN LUP

Kesaksiandari Pemeran Yesus di film The Passion. THE PASSION OF JIM CAVIEZEL. Jim Caviezel adalah aktor Hollywood yang memerankan Tuhan Yesus dalam Film "The Passion Of Jesus Christ". Dan Tuhan sungguh baik, walaupun memang film itu menjadi kontroversi. Tapi ternyata ramalan bahwa karir saya berhenti tidak terbukti.

.